Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Add question

Login

Register Now

Your data is secured. So, please complete the form.

Tolak Ho=”Dia” Ketika?

“ Sayang, kamu gak pernah ngertiin AKU!!!…ajakanmu untuk bersama denganku terpaksa aku tolak”


Kamu pasti pernah mencoba untuk menolak. Apakah itu ajakan teman, ditawari barang, atau diajak berhubungan serius, asyiiiiaaap.

Nah, di dalam teori Statistika Inferensi,

kita diajarkan untuk membuat hipotesis dulu sebelum melakukan tindakan. Hipotesis yang dibuat hanya dua.

  1. Ho
  2. Ha ~ hipotesis alternatif

Untuk menguji hipotesis di atas, yang dijadikan patokan adalah ketika menolak Ho.

P-value

P-value adalah besar kesalahan ketika menolak Ho.

Alpha

\alpha adalah toleransi kesalahan maksimal ketika menolak Ho.

 

Jadi, jika besar kesalahan ketika menolak Ho \leq toleransi kesalahan maksimal ketika menolak Ho

maka, Tolak Ho.

Secara rumus,

Jika p-value \leq \alpha maka tolak Ho.

Contoh

Ho=bersama

Ha=berpisah

Setelah dilakukan uji hipotesis, diperoleh

p-value = 0.001

\alpha = 0.05

Karena  p-value \leq \alpha, maka tolak Ho.

Kesimpulannya, kita mesti berpisah.

Sayang,.. jika kamu berniat serius denganku, bersiaplah untuk menjadi ibu atas anakku, jika tidak, aku berharap kamu bisa bahagia.

 


Catatan : Aturan menolak Ho pada kasus tertentu memakai aturan lain. Contohnya pada kasus uji autokorelasi memakai uji Durbin-Watson, pada uji ini kita memerlukan bantuan tabel untuk sampai pada kesimpulan apakan harus menolak Ho atau gagal menolak.

About Riad Taufik Lazwardiclever

Lecturer of Mathematics at 1. Kalbis Institute | Managed by Binus (2018-now) 2. Telkom University (2017-2018) 3. UIN Bandung (2015-2018)

Follow Me

Leave a reply