Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Add post

Add question

Menjadi Seseorang Yang Ahli Geometri Sekaligus Arsitek

Menjadi seorang arsitek itu enak. Pekerjaannya cuma menggambar, tapi banyak uang. Lalu terkadang keliling kota sambil liburan untuk mengecek proyek. Sebenarnya ngga “cuma menggambar” sih, arsitek juga harus tau cara membuat bangunan yang kokoh selain artistik~katanya.

Di Singapura, tepatnya di Singapore University Of Design, seorang arsitek belajar Physics dan Advance Math selama 2 semester. Informasi ini saya terima dari kegiatan Summer School SAPPK ITB 2018, “Built Environment Design in the Era of Computation”.

Sumber Gambar : sutd.edu

Salah satu hal yang dipelajari pada acara Sumtepat School tersebut adalah bagaimana cara mensimulasikan aliran panas di dalam suatu ruangan. Ternyata perlu kemampuan fisika dan kalkulus agar faham.   Kebayang kan bagaimana susahnya? Fyi, sekarang kita telah berada pada era kolaborasi interdisiplin ilmu. Jadi, sudah ngga zaman kalau kita alergi dengan pelajaran tertentu.

Salah satu contoh seorang arsitek yang juga jago di bidang ilmu lainnya adalah R. Buckminster (Bucky) Fuller (1895-1983). Beliau adalah seorang arsitek, insinyur, desainer, ahli geometri sekaligus filsuf.

Sumber Gambar : detail-online.com

Sumber Gambar : pinterest

Salah satu karyanya yang fenomenal  adalah geodesic dome. Geodesic dome adalah struktur kerang tipis setengah bola. Permukaannya dibentuk dari elemen segitiga yang sengaja dipilih untuk mendistribusikan tekanan struktural ke seluruh struktur. Struktur ini membuat geodesic dome mampu menahan beban yang sangat berat untuk seukurannya (dome=kubah) meski tanpa penyangga di tengahnya.

 

Sumber Gambar : houzz.se

Sumber Gambar : luxuryweddingtent.com

Sumber Gambar : weddingpartytent.com

Sumber Gambar : french.alibaba.com

Sumber Gambar : sf.curbed.com

Sumber Gambar : cutecheapfashion.info

Sumber Gambar : sfgate.com

Sumber Gambar : gettyimages.de

Sumber Gambar : dwell.com

Sumber Gambar : dwell.com

Sumber Gambar : monarchrealtyassociates.com

 

Sumber Gambar : trover.com

Akhir-akhir ini, geodesic dome menjadi tren di berbagai belahan dunia.  Geodesic dome dipakai untuk berkemah, rumah, tempat istirahat, losmen hingga tempat pameran.

Secara analisis, suatu bangunan yang berbentuk kubah (dome) tidak memerlukan tiang penyangga di tengah. Karenanya, banyak digunakan pada bangunan yang memerlukan area yang luas. Sangat beralasan jika geodesic dome ini diminati banyak orang.

Fuller mengembangkan bangunan yang kuat, luas tapi murah yang berbentuk bola dengan permukaan yang dibangun dari elemen segitiga, Geodesic dome.

Mengapa harus berbentuk bola? Karena bola mempunyai volume maksimal dengan luas permukaan yang minimal.

Sekarang mari kita hitung-hitungan sejenak. Kita bandingkan luas permukaan tabung, kubus dan bola dengan volume yang sama, yaitu 1000m^3.

Sumber Gambar : tempat-belajar-bersama.blogspot.com

  1. Kubus
Volume Kubus=1000m^3
s^3=1000m^3
s=10m
Luas Permukaan Kubus=6 \times s^2
=6 \times 10^2
=600 m^2

 

2. Tabung (tinggi=10)

Volume Tabung=1000m^3
\pi r ^2 t=1000m^3
r=5.641m
Luas Permukaan Tabung=2\pi r (t+r)
=2 \pi 5.641 (10+5.641)
=554.48 m^2

3. Bola

Volume Bola=1000m^3
\frac{4}{3}\pi r^3=1000m^3
r=6.2m
Luas Permukaan Bola=4\pi r^2 t
=4 \pi 6.2
=483.66 m^2

 

Kita telah membandingkan 3 bangun ruang dengan volume yang sama. Ternyata bola  menghasilkan luas permukaan yang paling minimal. Tetapi untuk membuktikan bahwa bola merupakan bangun ruang yang mempunyai luas permukaan minimal dan volume  maksimal , kita harus membandingkannya dengan semua bangun ruang (agak susah). Selain itu, untuk membuktikan pemilihan elemen segitiga (dalam membangun geodesic dome) merupakan pemilihan yang tepat  maka harus dibuktikan secara matematis-fisis. Kamu bisa coba sedikit googling Finite Element Method agar bisa faham tentang konstruksi, beban yang diterima hingga bagaimana kita bisa membuat bangunan yang kokoh dengan menggabungkan elemen-elemen kecil.

So,  apakah kamu berminat menjadi seorang arsitek?

The glass geodesic dome, designed by the architect Richard Buckminster Fuller, which served as the U.S. pavilion at EXPO ’67 in Montreal, Canada. Sciencephoto.com

 

Sumber Gambar : pinterest

Sumber Gambar : atlasobscura.com

Geodesic dome diciptakan oleh Fuller, lantas bulan siapa yang menciptakan?

 

Baca Lagi Biar Pinter

About Riad Taufik LazwardiSweet

Lecturer of Mathematics at 1. Bina Tunas Bangsa (now) 2. Fitrah Islamic World Academic School (2019-2020) 3. Kalbis Institute | Managed by Binus (2018-2019) 4. Telkom University (2017-2018) 5. UIN Bandung (2015-2018)

Follow Me

Leave a reply