Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Register Now

Kekeliruan Yang Seharusnya Tidak Terjadi Ketika Anak SMA Belajar Limit

Pagi itu saya dikejutkan oleh message WhatsApp dari keponakan saya. “Aa, kumaha ieu teu ngartos?” (Kakak, bagaimana ini ngga ngerti?). Kemudian keponakan saya mengirimkan soal tentang limit berikut jawaban hasil kotretannya.

Keponakan : “Kieu sanes? wkwk”.

Saya : “Lepat sakedik”. (salah sedikit)

Kemudian obrolah berlanjut dengan pembahasan yang agak berat bagi anak SMA.

Saya : ” Tos diterangkeun te acan di kelas?”. (sudah diterangkan belum di kelas?)

Keponakan : ” Teu acan diterangkeun. Janten enjing masuk tos kedah ngartos nyalira, wkwk”. (Belum dijelasin. Jadi, ketika masuk besok, kita harus sudah mengerti sendiri, wkwk)

“Efek dari pembelajaran berbasis student oriented”


Berikut adalah kekeliruan yang sering dilakukan oleh siswa ketika sedang belajar limit :

1.

\frac{1}{0}=\infty

Seharusnya \frac{1}{0}= tak terdefinisi. Lihat penjelasannya di sini. Berbeda halnya jika bertemu dengan soal

\displaystyle \lim_{x \rightarrow 0}\frac{1}{x}

Jawabannya adalah \infty.

2.

\displaystyle \lim_{x \rightarrow 2}x+2=2+2=4

Tidak ada yang salah dengan jawaban akhirnya. Tetapi jika dituliskan seperti ini, seakan akan kita mensubstitusikan x dengan 2 artinya x=2. Padahal, jawaban 4 diperoleh ketika x mendekati 2 dan x\neq 2.

(under revision)

Sabar dalam berkecukupan, itulah zuhud ~natisa

About Riad Taufik Lazwardiclever

Mathematics Tutor In Jakarta I Whatsapp (082219058052)

Follow Me

Leave a reply