Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Add question

Login

Register Now

Your data is secured. So, please complete the form.

Cara Menganalisis Hasil Pre Test dan Post Test

Manfaat : Evaluasi Cara Mengajar

Cara Menganalisis Hasil Pre Test dan Post Test

  1. Cek kenormalan pada kedua variabel
  2. Lakukan pair t-test

Secara matematis, pair t-test masuk ke dalam kelompok analisis komparatif.

Catatan : Terdapat 3 analisis dalam statistik inferensi : analisis pengaruh (kausalitas), hubungan (korelasi) dan perbandingan (komparatif))

Analisis Menggunakan SPSS

Uji Normalitas

  1. Analyze
  2. Descriptive Statistics
  3. Explore
  4. Masukan variabel yang diuji, yaitu variabel pretest dan posttest ke dalam kolom dependent list
  5. Klik Plots
  6. Centang normality plots with tests
  7. Continue
  8. Ok

Aturan Pengambilan Keputusan

Jika p-value (nilai pada kolom Sig. pada tabel Tests of Normality) < \alpha, maka tolak Ho.

Penulisan Hipotesis Untuk Uji Normalitas

Ho : Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal

Ha : Data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal

Contoh Kasus :

*Misal \alpha = 5% (maksimal toleransi error ketika menolak Ho)

Dari tabel di atas, diperoleh nilai Sig. (p-value) untuk uji normalitas dengan metode Shapiro variabel pretes sebesar 0,541 (54%) dan variabel posttest 0,361(36%). Artinya,

p-value > \alpha

50% > 5%

Kesimpulan : Terima Ho. Artinya, “data berasal dari populasi yang berdistribusi normal”.

Catatan : secara matematis seharusnya kita tidak menggunakan istilah terima Ho tapi gagal menolak Ho.

 

Uji T

  1. Analyze
  2. Compare means
  3. Pair sample t-test
  4. Masukan variabel pretest dan post test ke kolom paired variables
  5. Klik tombol options
  6. Masukan confidence interval 95% jika margin error yang anda inginkan sebesar 5%
  7. Continue
  8. Ok

Contoh :

Misal \alpha = 5%

Ho : \mu_{pre}=\mu_{post}

Ha : \mu_{pre}<\mu_{post}

Dari tabel di atas diperoleh nilai p-value = 0,168 = 16 % ( lihat  kolom Sig.(2-tailed) ). Jadi,

p-value > \alpha

16% > 5%

Kesimpulan : Terima (gagal menolak) Ho. Artinya, tidak ada perbedaan.

Penulisan Hipotesis Pair T-Test

Ho : \mu_{pre}=\mu_{post}

Ha : \mu_{pre}<\mu_{post}

Maksud dari penulisan Ho di atas adalah rata-rata hasil pre test dan post test nya sama. Artinya tidak ada perubahan.

Catatan : Penulisan Ho untuk uji t harus Ho : \mu_{pre}=\mu_{post}. Ini disebabkan karena Ho dijadikan patokan dalam pengambilan keputusan ( ingat kita harus menolak Ho jika p-value <= \alpha). Jika anda membuat Ho yang salah, maka akan mengakibatkan kesimpulan yang salah.

Maksud dari penulisan Ha di atas adalah rata-rata hasil post test lebih besar daripada hasil post test.

Catatan : Penulisan Ha untuk uji t bisa saja Ho : \mu_{pre}>\mu_{post}. Tergantung tujuan. Jika bertujuan untuk menguji metode pengajaran, tentu tujuannya adalah \mu_{pre}<\mu_{post}. Jika bertujuan untuk menguji alat penurunan detak jantung, maka \mu_{pre}>\mu_{post}

(under revision)

 

Sumber : memegenerator

 

Kita hidup di dunia bertugas untuk beribadah dan menyembah Yang Maha Kuasa

About Riad Taufik Lazwardiclever

Lecturer of Mathematics at 1. Kalbis Institute | Managed by Binus (2018-now) 2. Telkom University (2017-2018) 3. UIN Bandung (2015-2018)

Follow Me

Leave a reply