Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Send Message

Add post

Add question

Berbohong Dengan Statistik

Berikut beberapa kalimat statistik yang menyebabkan salah interpretasi dan persepsi :

Frekuensi kecelakaan kereta api yang terjadi sepanjang 2001 mencapai 71 kasus

Interpretasi : Kalau di rata-rata, berarti setiap lima hari sekali terjadi satu kecelakaan.

Interpretasi di atas seakan akan perjalan menggunakan kereta tampak mengerikan dan berbahaya.

Koreksi : Rata-rata kecelakaan sebenarnya akan lebih menggambarkan keadaan di lapangan seandainya dibandingkan dengan jumlah perjalanan (atau panjang perjalanan).

Misal dalam setahun terdapat 10 rb perjalanan kereta api.  71 kasus perjalanan dari total 10rb kasus akan membuat presentasi kecelakaan lebih kecil dan juga menggambarkan jumlah perjalanan yang aman menggunakan kereta api.

Survei yang dilakukan oleh lembaga Gallup menghasilkan kesimpulan bahwa 33 persen dari mereka yang pernah kuliah belum pernah mendengar sistem metrik. Satu minggu kemudian, sebuah koran melakukan survei sendiri dan menghasilkan kesimpulan bahwa 98 persen pembacanya mengenal sistem metrik.

Bagaimana bisa dalam jangka waktu satu minggu kesimpulan pembaca yang mengenal sistem metrik berubah sangat signifikan?

Kesimpulan berbeda bisa disebabkan oleh teknik sampling yang berbeda atau bahkan salah.

Lembaga survei Gallup mendapatkan data sampel yang tepat karena orang yang dijadikan objek survei diseleksi secara ketat sehingga mewakili seluruh lapisan masyarakat.

Sebaliknya, sebuah perusahaan koran dengan alasan ekonomis, melakukan survei asal-asalan sehingga orang yang tidak tau tentang metrik lebih memilih untuk tidak ikut survei.

Kita sering menyebutnya kesalahan yang disebabkan sampel yang bias.

Literary Digest pernah meramal dengan tepat hasil pemilihan pada 1932. Empat tahun kemudian, 1936 Literary Digest meramal kembali dan menyatakan bahwa Roosevelt akan mendapat 161 suara dan Landon 370 suara. Dan ternyata ramalan tersebut ternyata salah.

Bagaimana bisa ramalan tersebut salah? padahal Literary Digest memakai sumber survei yang sama, yaitu dari penelpon.

Ternyata ini juga berasal dari sampel yang bias.

Sampel yang diwakili oleh penelpon hanya mewakili penduduk menengah ke atas pada saat itu, yaitu yang mempunyai telepon saja.

Sumber : Buku Berbohong Dengan Statistik | Darrel Huff

 

Alquran tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk orang-orang yang bertakwa.

0

Baca Lagi Biar Pinter

  • 71
    Orang zaman dahulu mengamati langit, awan, angin dan rasi bintang. Hasil dari pengamatan dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Kini, orang mengamati…
    Tags: data, yang, dan, dengan, statistics, thinking, science
  • 67
    Bagaimana jika kamu menyebarkan kuesioner tetapi yang mengisi kuesioner mengisi dengan acak? Untuk menghindari hal tersebut kita bisa mengeceknya dengan…
    Tags: yang, data, dengan, science, dan, statistics, thinking
  • 65
    Sampel adalah bagian dari populasi.   Dalam menentukan besaran sampel yang harus diambil harus dipertimbangkan Ukuran populasi Keragaman populasi
    Tags: yang, statistics, thinking, data, science
  • 60
    Untuk merubah rentang data, kita  bisa menggunakan cara scaling to a range. Rumusnya, [latexpage] $latex x'=\frac{x-x_{min}}{x_{max}-x_{min}}$ Rumus di atas akan…
    Tags: data, dengan, dan, statistics, thinking, science
  • 54
    [latexpage] Dapatkah suatu matriks sama dengan  suatu nilai? Tentu mustahil sama. Matriks mempunyai dimensi m x n ( m baris…
    Tags: dengan, yang, statistics, thinking, data, science

About Riad Taufik Lazwardiexcellent

Lecturer of Mathematics at 1. *************** 2021 2. Bina Tunas Bangsa (2020 - now) 3. Fitrah Islamic World Academic School (2019-2020) 3. Kalbis Institute | Managed by Binus Unibersity (2018-2019) 4. Telkom University (2017-2018) 5. UIN Bandung (2015-2018)

Follow Me

Leave a reply