Register Now

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Send Message

Add post

Add question

You must login to ask question.

2. Disjungsi “atau”

Operasi disjunction menggabung dua proposisi p, q dengan ”atau”. Operasi ini dilambangkan
dengan p\vee q, dan dibaca “p atau q“.

Meminjam contoh saat menjelaskan konjugsi (silahkan baca lagi tentang contoh konjungsi), p∨q dibaca: ”Saya makan sate atau soto”, dan kebenaran
proposisi ini diatur dalam tabel 1.2.

Table 1.2: Truth table for disjunction

Untuk proposisi: ”Saya makan sate atau soto”, tabel ini menunjukkan kalau ada 4
kemungkinan kasus yang terjadi.
• Kasus 1: di sini bisa dilihat bahwa nilai p\vee q bernilai 0 jika nilai p dan q keduanya 0.
Artinya, proposisi: ”Saya makan sate atau soto” salah, kalau saya ternyata tidak
makan sate dan tidak juga makan soto.
• case 2: nilai p\vee q bernilai 1, kalau nilai p bernilai 0 dan q bernilai 1. Artinya proposisi: ”Saya makan sate
atau soto” benar kalau saya hanya makan soto walaupun saya tidak makan soto.
• case 3: nilai p\vee q tentunya juga 1, ketika p bernilai 0 dan q bernilai 1. Artinya proposisi: ”Saya
makan sate atau soto” benar kalau saya hanya makan sate walaupun tidak makan
soto.
• case 4: proposisi ini juga benar kalau p dan q kedua nya bernilai 1. Artinya
proposisi: ”Saya makan sate dan soto” bernilai benar kalau saya makan kedua-duanya.


Singkatnya, disjunction makna logika bagi kata ”atau”. Proposisi ”A atau B (apapun
A dan B ini)” baru salah waktu kedua A dan B salah, selain itu proposisi majemuk ini
benar.